cara menyampaikan kritik dan saran dengan sopan dan santun
PramukaPandega dihimpun di gugusdepan dalam satuan yang disebut Racana. Racana dikelola oleh Dewan Racana yang terdiri dari anggota racana yang telah dilantik menjadi Pandega. Racana ini dipimpin oleh seorang Ketua, seorang Sekretaris, seorang bendahara, dan seorang Pemangku Adat. Jika racana memerlukan racana dapat membentuk satuan terkecil
itu Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. Ada empat perbedaan antara etika dan etiket, yaitu secara umumnya sebagai berikut: • Etika adalah niat, apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya.
Ketigacara ini juga harus selalu kamu amalkan ketika bertemu dengan pembimbing atau ingin melakukan pembimbingan. Kalau datang dengan muka kusut dan 'main masuk saja' bisa dipastikan pembimbing kamu langsung ilfeel bin malas dengan sikap kamu. Intinya, jangan lupa untuk melakukan 3S dengan dosen, staf bahkan teman-temanmu di kampus.
Modelini menuntut siswa untuk memiliki kemampuan kreatif, komunikatif daklam berkomunikasi secara santun dan terbuka menerima kritik ataupun saran dari orang lain secrara tepat sasaran serta memiliki semangat bekerja sama. Model ini menurut siswa, pembelajarannya untuk memiliki kemampuan berbahasa yang baik dan sopan sesuai dengan konteksnya.
Beranimenyampaikan kritik dan saran yang membangun dengan sopan dan santun kepada sesama teman; Dapat mengikuti jalannya diskusi dengan baik; Sosial. Dapat hidup bersama antara umat beragama dan toleransi dalam bakti; Mengikuti pertemuan Ambalan sekurang-kurangnya 2 kali setiap bulan
Fragen Um Einen Menschen Besser Kennenlernen. – Setiap manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Namun, bagaimana jika kesalahan dan kehilafan muncul dari atasan kamu di kantor. Mungkin perasaan segan dan tidak enak hati untuk menegur menjadi kamu cenderung diam dengan apa yang terjadi. Tentunya itu bukan hal yang baik bukan. Lalu, bagaimana cara agar bisa menyampaikan kritik dan saran kepada atasan, namun dengan cara yang sopan dan santun ? Ada banyak cara menuju roma, ada banyak cara juga yang bisa kamu lakukan untuk menyampaikan kritik yang membangun dan saran kepada atasan kamu tanpa menyinggung perasaan dan juga tetap beretika. Memberikan kritik dan saran memang tidak mudah, apalagi targetnya adalah atasan kamu. Bisa-bisa jika ia tidak senang atau tidak terima dengan apa yang kamu sampaikan, maka ada kemungkinan posisi kamu terancam di perusahaan. Namun, dengan menjalankan metode-metode cerdas dalam menyampaikan masukan, maka kekhawatiran tersebut bisa sirna. Ajaib merangkum 5 cara tepat menyampaikan kritik dan saran kepada atasan kamu di kantor dengan tetap menjaga etika, sopan santun agar atasan kamu tidak sakit hati, simak penjelasannya Lakukan One on One Meeting’ Cari Momen yang Tepat Sampaikan Kritik dengan Sopan Sesuaikan dengan Kepribadian Atasan Perhatikan Kedekatan Hubungan Kamu dan Atasan Lakukan One on One Meeting’ Berbicara langsung kepada atasan kamu adalah hal yang sangat baik kamu lakukan untuk menyampaikan kritik dan saran. Ketika kamu dan atasan kamu berada dalam satu ruangan tertutup, tentunya akan lebih bebas mengungkapkan apa yang ingin kamu sampaikan karena kamu dan atasanmu bisa berbicara tanpa ada seorangpun yang mengetahui. Dengan menciptakan situasi empat mata kepada atasan, kamu tentunya akan sangat nyaman dalam menyampaikan keluhan yang membangun. Dengan begitu, akan tercipta lingkungan kerja yang sehat, karena masing-masing menjaga etika dalam bersikap. Cari Momen yang Tepat Ketika kamu ingin mengungkapkan kritik dan saran, ada baiknya jika kamu mencari waktu yang tepat. Dengan mastikan waktu yang tepat atau dikala atasan kamu tidak sibuk mungkin masukan kamu akan lebih diterima, daripada kamu menyampaikannya dikala atasan kamu sedang sangat sibuk. Pilihlah waktu yang tepat untuk menyampaikan masukan kamu, misalkan dilaka break makan siang atau jam pulang kerja. Atau di akhir pekan, sehingga atasan kamu akan lebih menghargai apa yang kamu sampaikan, dan mengurangi kesalahpahaman. Berbeda dengan kondisi sibuk, yang bisa-bisa bukan menerima apa yang kamu sampaikan, malah kamu dianggap tidak beretika karena mengganggu kesibukan atasan. Sampaikan Kritik dengan Sopan Menyampaikan kritik ke atasan memang bukan perkara mudah. Selain, membutuhkan mental dan argumen yang kuat untuk mempertahankan pendapat, kamu tentunya akan dihadapkan pada situasi serba salah karena mungkin atasan bisa menilai kamu sebagai orang yang membantah. Namun, menyampaikan kritik dan saran secara sopan adalah hal yang bisa kamu lakukan. Perlahan tapi pasti, kamu harus mengatur pemilihan kata-kata kamu, jangan sampai terkesan melangkahi posisi atasan kamu yang membuat hubungan pekerjaan kamu akan terganggu kedepannya. Penggunaan bahasa yang sopan dan halus bisa kamu lakukan untuk mengawali pembicaraan. Setelahnya kamu bisa menyampaikan kritik dan saran dengan tetap mengedepankan etika dan tata krama. Sesuaikan dengan Kepribadian Atasan Sebelum melangkah terlalu jauh untuk menyampaikan kritik dan saran, ada baiknya jika kamu melihat terlebih dahulu sifat atasan kamu. Tidak semua atasan bersifat menerima masukan dari bawahannya. Sebelum kamu dianggap tidak sopan, ada baiknya jika kamu mencari tahu sifat atasan kamu. Karena pada dasarnya tidak semua orang mau menerima kritik dan saran yang diberikan oleh orang lain. Pun begitu pada atasan kamu, harga dirinya tentu menjadi sangat penting, apalagi jika ia mendapat kritik dari bawahannya. Bisa-bisa ia merasa minder, malu dengan kesalahan yang ia buat, hal ini akan berdampak pada lingkungan kerja yang tidak sehat bukan ? Perhatikan Kedekatan Hubungan Kamu dan Atasan Hal yang tidak kalah penting adalah memperhatikan kedekatan kamu dengan atasan. Untuk menyampaikan kritik dan saran tentunya kamu akan dihadapkan pada kebimbangan. Di satu sisi ada kesalahan yang perlu diluruskan, di sisi lain kamu khawatir respon yang akan kamu terima negatif jika saja atasan kamu tidak terima dengan apa yang kamu sampaikan. Oleh sebab itu, ada baiknya jika kamu memikirkan faktor kedekatan kamu dengan atasan. Jika hubungan kamu dekat dengan atasan, terutama jika hubungan kamu dan atasan bersahabat, ini tentunya akan memudahkan kamu menyampaikan apapun bukan ?
Tidak ada yang suka di kritik, namun untuk tumbuh dewasa bukankah kita harus melewati segala hal yang tidak kita suka? Suatu kritikan bisa membangunkan seseorang dan menjadi tamparan yang menyadarkan dari lamunan. Namun terkadang kritik dan saran juga bisa menjatuhkan mental, membuat orang takut untuk mencoba, dan menyalakan api dendam jika disampaikan dengan cara yang salah. Disinilah kita butuh simpati dan empati. Memposisikan diri di posisi orang lain dan merasakan apa yang di rasakan orang lain. Bayangkan saat kamu ingin mengajukan suatu ide, lalu seseorang langsung memotong kamu saat berbicara dan meremehkan ide mu. Tidak hanya sampai disitu saja, bahkan ia juga menyerang karaktermu. Pasti kamu akan langsung terpancing emosi bukan? Maka, sangat penting untuk mempelajari cara menyampaikan kritik dan saran yang santun! 1. Fokus Pada Akurasi Bukan Memperbanyak Asumsi Saat kamu memiliki keluhan terhadap seseorang dan ingin memberi kritik kepadanya, jangan menyampaikan kata-kata yang berdasarkan asumsi kamu saja tetapi fokuslah pada akurasinya. Akurasi berarti tepat sasaran sementara asumsi berarti dugaan yang kamu anggap benar, tapi belum tentu benar. Semisal, ketika teman kamu ketahuan berbohong dan kamu ingin mengkritik kesalahannya, maka jangan berasumsi terlalu banyak tentang ini dan itu. Fokus pada masalahnya saja dan kritiklah tentang kebohongannya dengan kalimat yang tepat, bukan menambah-nambahi dengan berbagai prasangka yang membuatnya semakin terlihat rendah, Sehingga orang yang menerima kritik mengetahui dengan jelas dimana letak kesalahannya. Sebab jika kita menambah-nambahi kritikan dengan memberikan tuduhan yang tidak jelas, orang yang menerima kritik akan merasa dirinya tidak bersalah dan bisa menimbulkan perdebatan yang sebenarnya hanya membuang waktu saja. 2. Gunakan Alasan yang Logis Kadang seseorang merasa dirinya tidak perlu mendengarkan kritik dan saran dari orang lain sampai ia mendapatkan alasan dari si pengkritik. Beberapa orang selalu menganggap bahwa dirinya benar sehingga ia terkejut ketika diberi kritikan. Terutama jika kamu adalah teman sebaya atau mungkin dianggap lebih rendah dari dirinya, pastinya orang yang kamu kritik semakin menaikkan egonya. Inilah mengapa kita perlu menggunakan alasan yang logis saat mengkritik seseorang. Meskipun ia telah melakukan kesalahan, bukan berarti kamu bebas memberi kritikan tanpa menggunakan alasan. Tegurlah ia dengan cara yang sopan dan mulailah dengan memberikan alasan sebelum mengkritiknya. Lalu tutup dengan memberikan saran, sebab apa gunanya mengkritik jika tidak ada solusinya. Perlu diingat, Kritikan tanpa alasan dan tanpa saran hanya akan membuat orang yang menerima kritik menjadi sakit hati. 3. Temukan Hal Baik Pada Dirinya Untuk Dipuji Tidak ada seseorang yang mutlak baik dan tidak ada seorangpun yang mutlak buruk. Kita semua memiliki sisi baik dan sisi buruk masing-masing, maka janganlah mengkritik seseorang seolah dia tidak memiliki kebaikan sama sekali. Pandai-pandailah melihat sisi baik di dalam diri orang lain, temukan sesuatu pada dirinya yang bisa dipuji, sebab dengan begitu orang yang menerima kritik akan terpacu untuk membuat dirinya menjadi lebih baik. Katakan sesuatu yang menyenangkan dan mudah diterima, buatlah suasana menjadi bersahabat lalu setelahnya seseorang yang menurutmu berbuat salah akan lebih terbuka untuk menerima kritik dan saran yang ingin kamu sampaikan. Sebab jika kamu menyampaikan kritik dengan marah-marah dan fokus pada sisi buruknya saja, orang yang kamu kritik juga akan membalasnya dengan sikap yang sama. Ingat, hati manusia itu lembut dan hanya kelembutan yang bisa mengubah hati seseorang. 4. Ajak Bertukar Pikiran Untuk Menemukan Solusi Bisakah kamu menahan dirimu sebentar saja sebelum memberi kritik kepada seseorang? Dengan kata lain, ada sesuatu yang lebih penting daripada sekedar mengkritik kesalahan, yaitu persahabatan atau hubungan yang baik. Jangan biarkan hubungan itu rusak hanya gara-gara kamu tidak tahu caranya menyampaikan kritik dengan baik. Alih-alih mengkritik, ada baiknya jika kamu mengajaknya untuk bertukar pikiran tentang hal yang menurutmu penting untuk dibicarakan. Berikan dia ruang dan kesempatan untuk menyampaikan alasannya, dengarkanlah dengan penuh perhatian agar dia merasa lebih di hargai. Lalu ubahlah menjadi suatu percakapan yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Jika kamu hanya membuat kritik sepihak, maka itu tidak adil. Setiap orang memiliki alasan untuk apapun yang ia lakukan, maka jangan terlalu kikir memberikan telingamu untuk mendengarkan. Coba bayangkan jika dirimu di posisinya? 5. Jangan Buat Seseorang Merasa Dipermalukan Beberapa orang memberi kritik yang tujuannya bukan untuk membangun tetapi untuk menjatuhkan. Jika kamu salah satu diantara mereka, maka sekarang sudah saatnya untuk berubah sebelum orang-orang membenci dirimu. Pada akhirnya orang yang kamu permalukan akan sakit hati dan orang-orang disekitar yang menyaksikan akan bisa menilai siapa yang lebih baik diantara kamu berdua. Contohnya, jika yang kamu kritik adalah teman satu tongkrongan. Katakanlah saat bertemu di suatu tongkrongan kamu ingin mengkritik seorang temanmu yang kurang rapi dalam berpenampilan. Ditempat yang ramai itu kamu mengkritiknya dengan suara yang keras sehingga semua orang mendengar dan melihat ke arahnya. Tentu saja hal ini akan membuatnya merasa malu menjadi dirinya sendiri, bukan? Cara menyampaikan kritik yang seperti ini tentu saja tidak efektif dan tidak membangun orang yang menerima kritikan. Jika kamu melihat ada sesuatu yang buruk dari temanmu, sampaikanlah kritik dan saran secara sembunyi-sembunyi agar dia tidak merasa malu. Carilah tempat dan waktu yang tepat agar pesan yang kamu sampaikan lebih mudah masuk ke dalam pikirannya. Akhir Kata Sejatinya kritikan adalah hal yang baik dan membuat kita bertumbuh menjadi lebih baik. Maka alangkah baiknya jika kritikan itu disampaikan dengan cara yang baik pula. Coba pelajari juga 6 Tips Menghadapi Orang Egois Perlu diingat, tetaplah berusaha membayangkan dirimu berada di posisi orang lain sebab hanya cara itu yang bisa membuat hati kita menjadi lebih lentur dan lembut. Sekianlah artikel tentang 5 Cara Menyampaikan kritik dan saran yang santun. Semoga bermanfaat!
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Hai generasi muda, bagaimana kabar kalian hari ini?semoga kalian semua sehat selalu, taat dengan protokol kesehatan dan selamat beraktivitas hari masa kini, atau mungkin pada generasi muda saat ini Indonesia dilanda krisis sopan santun dikarenakan banyaknya generasi muda saat ini yang memakai bahasa gaul yang didapat dari luar atau dalam negeri dan menggunakan hal tersebut tidak pada dari menggunakan tidak pada tempat nya yaitu, menggunakan bahasa tersebut ke guru, orang tua atau kepada orang yang tidak dikenal. Menurut mereka mungkin itu memang keren akan tetapi jika itu dilakukan terus menerus, maka sedikit demi sedikit sopan santun generasi muda saat ini akan menghilang. Bagaimana cara untuk memulihkan sopan santun generasi muda di Indonesia? cara nya mudah pertama, generasi muda harus mengerti etika sopan santun dalam mengirim pesan atau menjawab pesan, misalnya di awali dengan salam. Kedua, jika sedang berbicara dengan yang lebih tua maka gunakan bahasa yang baik dan benar dan jangan menaikkan suara jika tidak di anjurkan dan janganlah menjawab ulang perkataan orang tua. Ketiga, janganlah kalian menjelekkan atau menghina orang dan perlakukan orang lain seperti kita memperlakukan diri kita sendiri. Keempat, jangan lupa untuk "meminta maaf" jika melakukan kesalahan, ucapkan kata "tolong" untuk meminta tolong, dan ucapkan kata "terima kasih" kepada setiap orang yang telah membantu anda. Cara di atas sebenarnya sudah harus ditanamkan kepada masing - masing individu sejak kecil, akan tetapi karena banyaknya generasi muda saat ini yang telah mengenal dunia luar , maka penting sekali adanya pelajaran etika sopan santun. Mari kita gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jika anda berbicara sehari - hari menggunakan bahasa daerah, maka gunakan lah bahasa daerah yang sopan dan generasi muda perbaiki diri kita, agar kelak jika kita bekerja sama dengan orang maka orang tersebut akan menilai kesopanan kita. Jangan lupa jaga selalu kesehatan dan selalu terapkan protokol kesahatan! Wiena Syahrani Mahasiswi Universitas Siber Asia Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Dapat Komentar Pedas? Ini Cara Cerdas MenghadapinyaBagi sebagian orang, mendapatkan kritik dari orang lain justru membuat kesal karena dianggap mereka tidak mampu mengerjakan sesuatu. Padahal, jika tahu strateginya, kritik justru bisa berguna untuk memperbaiki diri. Nah, ini dia beberapa cara cerdas menghadapi kritikan agar Anda bisa memetik hikmahnya dengan baik. Manfaat menerima kritikan dari orang lain Menurut sebuah jurnal dari laman American Psychological Association, kritik dari seseorang sebenarnya bermanfaat bagi Anda. Asalkan Anda tahu bagaimana cara menghadapi kritikan tersebut dengan benar. Sebuah kritik biasanya ditujukan kepada seseorang untuk menghasilkan ide yang solutif, terutama di industri kreatif. Misalnya, Anda membuat sebuah desain iklan untuk klien Anda dan mendapatkan kritik dari atasan Anda. Mungkin pada awalnya Anda tidak terima karena merasa pekerjaan yang Anda lakukan itu sudah mengerahkan segala kemampuan Anda. Namun, jika Anda berhasil melihat sisi positifnya, kritikan dari atasan Anda tersebut justru dapat memperbaiki kualitas desain Anda. Oleh karena itu, tidak selamanya kritikan bersifat menjatuhkan. Ada kalanya, komentar dari orang lain justru menambah wawasan Anda. Tak selamanya kritik disampaikan dengan cara yang bijak. Beberapa orang, tanpa memperhitungkan perasaan orang lain, menyampaikannya dengan tajam tanpa tedeng aling-aling. Nah, ketika menghadapi sebuah kritikan, terdapat cara tertentu agar emosi tidak menguasai Anda dan merusak hubungan antara Anda dan pemberi kritik. Dengan strategi jitu yang akan dijelaskan di bawah ini, kemungkinan besar Anda dapat mengendalikan situasi dengan tenang. 1. Tetap tenang Pada saat orang memberikan kritik kepada Anda, bahkan yang tajam dan pedas sekalipun, usahakan untuk tetap tenang. Anda mungkin merasa bahwa si pemberi kritik tak menghargai pekerjaan Anda, tapi jangan terus membalasnya dengan meluapkan emosi Anda. Cobalah untuk tetap tenang. Tariklah napas Anda dalam-dalam untuk menenangkan diri. Dengan begitu, Anda bisa mengendalikan emosi sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 2. Dengarkan terlebih dahulu Setelah berhasil menguasai situasi dan emosi Anda, cobalah untuk mendengarkan kritik yang ingin disampaikan terlebih dulu. Dengan cara menghadapi kritikan yang satu ini, Anda tidak akan terlihat defensif dan si pemberi kritik merasa Anda orang yang fleksibel. Dengarkan bagian yang menurut Anda memang harus diperbaiki dan jangan menyela ataupun membantah. Jika kritik yang diberikan memang sungguh membangun, Anda dan teman bicara Anda akan fokus pada apa yang harus diperbaiki. Bukannya saling melontarkan ucapan yang bertujuan untuk melindungi diri. 3. Mencerna kritikan dengan baik Jika teman atau atasan Anda sudah selesai berbicara, usahakan untuk mencerna semua kritikan dengan baik. Menghadapi kritikan tanpa tahu harus mengatakan apa pun akan membuat Anda terlihat lebih buruk di mata mereka. Katakan pada mereka bahwa Anda memerlukan waktu untuk berpikir karena urusan ini menyangkut pekerjaan Anda berdua. Hal ini membantu Anda melihat berbagai perspektif kritikan tersebut. 4. Menanyakan contoh masalah dan solusi Salah satu cara cerdas menghadapi kritikan adalah dengan menanyakan contoh masalah dan solusi dari kritikan mereka. Hal ini mungkin lebih membantu ketika Anda tidak begitu yakin bahwa kritikan tersebut benar-benar membangun. Jika rekan kerja memberi tahu bahwa Anda terlalu malas dan tidak inisiatif ketika bekerja meskipun Anda tidak merasa seperti itu, tanyakan contohnya. Contoh kasus apa yang membuat mereka memberikan kritik semacam itu. Dengan begitu, Anda juga bisa mengintrospeksi diri. 5. Berempati kepada orang yang memberi kritikan Cara menghadapi kritikan orang lain yang terakhir adalah dengan berempati kepada pemberi kritik. Misalnya, Anda merasa teman Anda bersikap tidak sopan ketika mengkritik Anda. Padahal, bisa jadi, mereka tidak bermaksud menyakiti Anda. Beberapa orang mungkin kehilangan kemampuan berkomunikasinya ketika harus berhadapan dengan orang lain. Tanpa sadar, ia membuat lawan bicaranya menjadi tersinggung. Padahal, mereka hanya ingin membantu agar semuanya berjalan dengan baik. Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk berempati terhadap lawan bicara Anda. Lihatlah siapa yang berbicara dan bagaimana sikapnya. Pada dasarnya, cara cerdas menghadapi sebuah kritikan adalah dengan tetap tenang saat mencerna masukan. Dengan begitu, Anda bisa melihat lebih jernih apa yang ada di balik komentar yang mungkin terasa panas di telinga Anda.
- Kritik merupakan opini atau pendapat seseorang untuk menanggapi sesuatu dengan mempertimbangkan tentang baik atau buruknya hal. Bukan sekadar menyatakan pendapat secara santun, kritik yang penilaian ini perlu diselipi dengan fakta-fakta agar bisa dipertanggungjawabkan. Bentuk kritik bisa berupa lisan atau tulisan. Sedangkan objeknya, bisa terkait pendapat, hasil karya, keadaan, kondisi alam, kondisi pemerintahan, dan hal-hal lainnya yang perlu dinilai. Biasanya, kritik dicirikan dengan menyertakan sesuatu itu buruk atau baik, demikian seperti dikutip laman Guru Berbagi kritik ini dijadikan sebagai permainan lantaran mereka hanya mengujarkan pendapat buruk namun tak punya alasan. Oleh karena itu, tujuan kritik yang ingin memperbaiki sesuatu malah menjadi bualan tak bermutu. Terkait tujuan, kritik disampaikan demi memperbaiki keadaan atau suatu hal yang memang butuh pengembangan atau perubahan. Tentunya, semua itu harus disampaikan secara santun dan dengan alasan yang masuk akal. Berikut ini ciri-ciri kritik Adanya komentar tentang sesuatu Memberikan pendapat tentang kelebihan atau kekurangannya Memberikan saran terhadap sesuatu Bertujuan sebagai jembatan hal yang dikritik dengan penciptanya atau pemiliknya. Cara Menyampaikan Kritik Secara Santun dan Bertanggung Jawab Untuk menyampaikan kritk secara santun, orang yang memberikan pendapatnya tentang sesuatu harus memperhatikan beberapa hal. Di antaranya pengunaan pertanyaan retoris, bahasa-bahasa pengibaratan majas, dan menggunakan gambaran aksi. Berikut keterangan mengenai ketiganya 1. Pertanyaan retoris Mengungkapkan sesuatu yang buruk tidak harus membuat orang yang dinilai terpojok. Oleh karena itu, kritik disampaikan dengan pemilihan kosa kata yang santun agar yang dikritik tidak merasa disalahkan dan hanya perlu memperbaiki diri. Salah satunya dengan menggunakan kosa kata berupa pertanyaan retoris. Dengan pertanyaan yang menyindir ini, orang yang dikritik bisa merasakan apa yang seharusnya dilakukan. Untuk contoh, lihat pertanyaan berikut “Mau sampai kapan manusia menjadi kuda?” Pertanyaan ini memang terkesan tidak familiar jika tidak disangkutkan terhadap konteks. Sebut saja contohnya bahwa orang yang dikritik selalu menghabiskan waktu di tempat kerjanya dan tidak memperhatikan kondisi keluarganya. Maka, pertanyaan tersebut mengibaratkan orang tersebut untuk sadar diri dan lebih perhatian. Akhirnya, sesuatu yang baik pun terjadi jika perubahan dilakukan oleh pihak yang dikritik. 2. Penggunaan bahasa pengibaratan Majas Menurut Fadillah dan Sefi Indra dalam Cerdas Cergas 2017, hlm. 38, majas itu sendiri digunakan dalam kritik untuk menjadi cerminan dan meningkatkan kepekaan orang yang dikritik. Biasanya, majas yang digunaan berbentuk ironi dan sinisme. Pada majas ironi, bahasa yang diungkapkan menyelipkan hal yang berkebalikan dari sesuatu yang dikritik. Berikut contohnya “Sawah semakin luas sehingga masyarakatnya sulit makan” Lalu, majas sinisme diungkapkan dengan ejekan yang punya maksud baik untuk memperbaiki sesuatu. Berikut contohnya “Walaupun miskin, yang penting gaya” Kendati terkesan kurang santun, penggunaan majas ini tetap dalam kategori santun lantaran tidak terlalu menyudutkan orang yang dikritik. Hal ini berlaku selama pengkritik punya alasan yang dapat dipertanggungjawabkan jika nanti yang dikritik tidak terima. 3. Gambaran Aksi Seperti sebelumnya, aksi ini diungkapkan dalam kritik demi mengetahui kondisi yang sebenarnya. Sebut saja ada sebuah sungai yang terbilang kotor di lingkungan seseorang. Ketika warga berbondong-bondong membersihkan, ternyata kepala desa tidak menghadiri acara pembersihan sungai tersebut. Setelah itu, ada orang yang berkomentar “Tadi pagi saya lewat sungai itu. Di sana banyak sekali emas yang mengambang. Para warga pun berbondong-bondong mengambilnya. Sayang sekali, Kepala Desa ketinggalan acaranya.” Melalui teks aksi tersebut, kritik disampaikan melalui bahasa yang tidak menyindir siapapun. Aksi pemungutan emas yang berupa “sampah” ternyata dilewatkan begitu saja oleh kepala desa. Dengan begitu, kepala desa yang tentunya tahu bahwa acara tersebut digelar demi kebaikan, malah tidak menghadiri acara. Akhirnya, kritik yang mempunyai alasan ini bisa dipertanggungjawabkan lantaran kebenarannya memang seperti itu. Jika bukan emas asli, kepala desa tidak akan juga Jenis-Jenis Kritik Sastra Berdasarkan Bentuk hingga Orientasi Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung di Bahasa Indonesia - Pendidikan Kontributor Yuda PrinadaPenulis Yuda PrinadaEditor Dhita Koesno
cara menyampaikan kritik dan saran dengan sopan dan santun